Day 27 Something That's Kicking Ass Right Know

source : here

Ternyata saya butuh waktu hampir satu jam untuk memikirkan satu hal yang sangat kicking ass. Saya sebenarnya orang yang punya pandangan sinis terhadap banyak hal. Hal yang biasa saja, bisa menjadi sangat menyebalkan bagi saya. Misalkan, seseorang mengapload foto uang lembaran rupiah dengan caption puji syukur atas rahmat yang diberikan tuhan padanya di media sosial.  Dan itu bisa jadi hal yang menyebalkan. Dahi saya bisa langsung mengkerut dan nyeletuk, "eh, maksudnya apa ya?".  Padahal,  kalau kata quote di postingan  Tanyen mah, "mereka yang riya apa kita yang iri?" Ah, saya harus beristigfar,  mungkin sayanya saja yang iri.

Karena banyak hal receh yang menyebalkan, jadi saya kepikiran untuk menulis kejadian yang mengguncang dunia perkosan saya akhir-akhir ini. Jadi, ada mahasiwa yang ngekos disini dan saya perhatikan tak punya kepedulian terhadap kebersihan dan keamanan kosan. Beliau adalah orang yang baru kehilangan motornya kemarin minggu. Saya tentu prihatin. Tapi mengingat ulahnya, kadang saya dibikin kesal. Soal keamanan, dia adalah salah satu yang jarang mengunci gembok di gerbang tiap kali keluar dan masuk. Bahkan saat malam. Jadi misalkan tuh gembok saya kunci pun, percuma saja, karena begitu saya keluar atau masuk lagi, gerbang tersebut sudah tidak dikunci. Pelakunya siapa lagi? dan akhirnya hal ini jadi kebiasaan, sampai terjadilah tragedi hilang motor itu.

Kedua,  masalah kebersihan. Sudah terpampang jelas himbauan untuk selalu membersihkan dan mencuci barang-barang yang baru saja kita pakai di dapur. Tapi si 'anu' dan beberapa orang lain, suka sekali meyisakan piring, sendok dan lain-lainnya tanpa dicuci sampai berhari-hari. Kadang lengkap dengan sisa-sisa sayuran yang berceceran dan mie yang tidak dibuang dulu. Juga cangkang telur yang dibiarkan. Padahal tidak jauh dari situ ada tempat sampah SODARA SODARA! *sabar*

Dan ketiga adalah soal attitude si 'anu' ini. Saya seringkali dibuat kaget dengan ulahnya yang suka membanting pintu. Dan langkah kakinya yang kedebak-kedebuk di balik tangga besi. Pasalnya kamar saya berada di antara tangga besi dan pintu depan rumah. Dan ketika saya duduk di ruang tamu pun, yang berjarak dua meter dari pintu depan, si anu ini akan dengan senang hati tetap mebanting pintu. Saya jadi teringat salah satu tokoh di cerpennya Budi Dharma. Kurang lebih sama seperti saya, menyewa satu kamar kosan. Dan punya masalah dengan kelakukan orang lain. Kadang saya juga berpikir, mereka saja yang memang menyebalkan atau saya yang tidak bisa membaur dengan  kehidupan mereka? Ah,  ngekos juga nggak gini-gini amat kali.

Dan terakhir. Ini sungguh sebuah misteri. Pertama, tempat makan tupperware punya emak saya tiba-tiba hilang (saya sudah dua kali menghilangkan tumbler tupperware anyway). Padahal saya hanya menaruhnya, kalau bukan di kamar, di tempat kerja, ya di rak dapur. Lalu beberapa minggu berikutnya, tempat makan saya yang lain hilang lagi. Tumbler saya pun hampir hilang lagi kalau saya tidak segera sidak ke lantai atas dan nenemukan benda tersebut berada di rak piring-piring lantai atas. Tidak hanya itu saja, yang paling ajaib, sekantong peralatan mandi saya hilang PEMIRSAH! padahal hanya saya taruh di meja ruang tv yang hanya berjarak tiga meter dari kamar saya. Itu pun berdekatan dengan peralatan mandi anak lain. Tapi cuma milik saya yang hilang. Sebagai bonus tambahan, saya pernah sibuk mencari sendal saya, dan saat itu si anu kebetulan baru masuk. Dan betapa terkejutnya saya mendapati benda yang saya cari sedang dipakainya. Jadi beberapa hari kemudian,  ketika sendal saya tak ada,  pasti dialah pelakunya. Dan pelaku tersebut sukses membuat sendal saya jadi buluk,  hingga beberapa hari kemudian, sendal saya yang lain, hilang lagi. Padahal itu saya taruh di rak sepatu depan kamar saya PEMIRSAAAAAAH.

Ah,  saya tidak sanggup melanjutkannya. Saya terbawa kesal sodara sodara.

Komentar

  1. Dih, kosan's problem emang yaaak...

    etapi kok lo sabar banget deh? :'D kalo gue jadi lo, minimal nyindir, sampe frontal abis-abisan itu... =))

    BalasHapus
  2. Ya ampuuuun masa si ada orang segitunya? Ngetes kesabaran banget itu mah XD

    BalasHapus

Posting Komentar

Bercuap here!

Postingan Populer